Analisis Penerimaan Komunikasi Krisis oleh Yayasan Masjid Baiturrahman di Perumahan Kemang Pratama 3 Yang Terdampak Banjir Bekasi

Authors

  • Shaqila Devy Chandra rogram Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga
  • Aaliyah Fidela Hartono Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga
  • Yusri Keyko Jalu Firmansyah Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga
  • Annisa Nurmalita Hidayati Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga

Keywords:

crisis communication, disaster communication, CERC, risk communication, flood disaster

Abstract

Bencana banjir yang melanda Kota Bekasi pada Maret 2025 tidak hanya menunjukkan kerentanan infrastruktur, tetapi juga memperlihatkan kelemahan komunikasi krisis antara pemerintah dan masyarakat terdampak. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana komunikasi krisis yang disampaikan pemerintah diterima dan dimaknai oleh Yayasan Masjid Baiturrahman di Perumahan Kemang Pratama 3 sebagai salah satu komunitas yang terdampak langsung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap pengurus yayasan. Analisis dilakukan menggunakan kerangka Crisis and Emergency Risk Communication (CERC) serta Risk Communication Model dari Covello dan Sandman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemerintah pada fase pra-bencana dinilai terlambat dan kurang efektif sehingga masyarakat lebih mengandalkan jaringan komunikasi komunitas. Pada fase tanggap darurat, komunikasi berbasis komunitas dipandang lebih cepat, kredibel, dan sesuai dengan kondisi lapangan. Sementara pada fase pascabencana koordinasi pemerintah mulai membaik, meskipun masih ditemukan kesenjangan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Penelitian ini menunjukkan bahwa institusi keagamaan memiliki peran strategis sebagai mediator komunikasi risiko dan mitra pemerintah dalam meningkatkan efektivitas komunikasi kebencanaan.

References

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. (2025). Analisis curah hujan ekstrem Jabodetabek Maret 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2025). Laporan kejadian banjir Kota Bekasi Maret 2025. Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Centers for Disease Control and Prevention. (2018). Crisis and emergency risk communication (CERC) manual. U.S. Department of Health and Human Services.

Coombs, W. T. (2023). Ongoing crisis communication: Planning, managing, and responding (6th ed.). Sage Publications.

Covello, V. T., & Sandman, P. M. (2001). Risk communication: Evolution and revolution. In A. Wolbarst (Ed.), Solutions to an Environment in Peril (pp. 164–178). Johns Hopkins University Press.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage Publications.

Glik, D. C. (2007). Risk communication for public health emergencies. Annual Review of Public Health, 28, 33–54.

Institut Teknologi Bandung. (2025). Analisis hidrologi banjir Bekasi Maret 2025. Institut Teknologi Bandung.

Jamil, F. (2025). Integration of the Crisis and Emergency Risk Communication (CERC) model with local values in risk communication in Indonesia. KOMUNIDA: Media Komunikasi dan Dakwah, 15(1), 375–394.

Komunitas Peduli Cileungsi Cikeas. (2025, March 4). Update tinggi muka air Cileungsi, Cikeas, dan P2C periode 3–4 Maret 2025 [Unggahan media sosial].

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). Sage Publications.

Pemerintah Kota Bekasi. (2025). Keputusan Wali Kota Bekasi Nomor 400.9.10/Kep.135-BPBD/III/2025 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir, Cuaca Ekstrem, dan Tanah Longsor. Pemerintah Kota Bekasi.

Prasojo, P. (2023). Risk communication for community preparedness in flood disaster.

Puspitasari, M., & Nugroho, H. A. (2021). Strategi komunikasi krisis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada masa pandemi COVID-19 di Indonesia. Jurnal ASPIKOM, 6(2), 321–335.

Rahman, A., & Munadi, K. (2020). Communicating risk in enhancing disaster preparedness: A pragmatic example of disaster risk communication from the Smong story. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science.

Reynolds, B., & Seeger, M. W. (2005). Crisis and emergency risk communication as an integrative model. Journal of Health Communication, 10(1), 43–55. https://doi.org/10.1080/10810730590904571

Seeger, M., Reynolds, B., & Day, A. M. (2020). Crisis and emergency risk communication: Past, present, and future. In Crisis Communication (pp. 401–418). De Gruyter.

Sellnow, T. L., & Seeger, M. W. (2021). Theorizing crisis communication (2nd ed.). Wiley.

Ulmer, R. R., Sellnow, T. L., & Seeger, M. W. (2020). Effective crisis communication: Moving from crisis to opportunity (5th ed.). Sage Publications.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage Publications.

Downloads

Published

30-06-2026

How to Cite

Chandra, S. D., Hartono, A. F., Firmansyah , Y. K. J., & Hidayati, A. N. (2026). Analisis Penerimaan Komunikasi Krisis oleh Yayasan Masjid Baiturrahman di Perumahan Kemang Pratama 3 Yang Terdampak Banjir Bekasi. JINTACT: Journal of Interactive Communicaton, Public Relations and Broadcasting, 2(2), 108–116. Retrieved from https://ejournal.penailmuwan.id/index.php/jintact/article/view/32