Komunikasi Krisis Berbasis Masyarakat sebagai Upaya Pengurangan Risiko Banjir Akibat Luapan Sungai di Wilayah Mulyorejo Utara, Surabaya
Keywords:
komunikasi krisis, komunikasi bencana, mitigasi bencana, partisipasi masyarakat, banjir perkotaanAbstract
Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang paling sering terjadi di wilayah perkotaan di Indonesia. Kota Surabaya sebagai kota pesisir dengan ketinggian wilayah yang relatif rendah memiliki risiko tinggi terhadap banjir, terutama pada kawasan yang berada di sepanjang aliran sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk komunikasi krisis berbasis masyarakat sebagai upaya pengurangan risiko banjir akibat luapan sungai di wilayah Mulyorejo Utara, Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara dengan masyarakat, serta analisis dokumentasi terkait kondisi lingkungan dan kebencanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjir yang terjadi di wilayah Mulyorejo Utara dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain meningkatnya curah hujan, minimnya daerah resapan air, serta perilaku masyarakat yang masih membuang sampah dan limbah rumah tangga ke sungai. Komunikasi krisis berbasis masyarakat menjadi strategi penting dalam meningkatkan kesadaran lingkungan serta memperkuat koordinasi antara masyarakat dan pemerintah dalam mitigasi bencana. Melalui pembentukan tim komunikasi krisis berbasis masyarakat, diharapkan proses penyebaran informasi, koordinasi penanganan bencana, serta upaya pencegahan banjir dapat dilakukan secara lebih efektif.
References
Akhyar, D. M., & Pratiwi, A. S. (2019). Media Sosial dan Komunikasi Krisis: Pelajaran dari Industri Telekomunikasi di Indonesia. Jurnal Ilmu Komunikasi ULTIMACOMM, 11(1).
BNPB. (2012). Pedoman Sistem Peringatan Dini Berbasis Masyarakat. September.
BNPB. (2021). Infografis Bencana. www.bnpb.go.id
CFE-DM. (2018). Indonesia Disaster Management Reference Handbook. In Center for Excellence in Disaster Management & Humanitarian Assistance. http://reliefweb.int/map/chile/chilelocation-map-2013
Cohl, H. A. (1997). Are We Scaring Ourselves to Death?: How Pessismism, Paranoia, and a Misguided Media are Leading Us Toward Disaster. St. Martin’s Griffin.
Coombs, T. W. (2007). Crisis and Risk Communication Special Section Introduction. Public Relations Review, 33, 117.
Haddow. (2008). Disaster Communication In A Changing Media World. Elsevier.
Hidayat, R., & Kristiyono, J. (2025). Transforming Conflict into Collaboration: A Systematic Approach to Conflict Resolution at Antara East Java Indonesia News Agency. Technium Soc. Sci. J., 67, 439.
Khambali, I. (2017). Manajemen Penanggulangan Bencana (1st ed.). CV. ANDI OFFSET.
Kristiyono, J., Purnama, N. L. A., Oktarina, R. A., & Kurniawaty, Y. (2025). Digital literacy health promotion in stunting prevention efforts for Surabaya Hebat Cadres. Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang, 10(1), 104-115.
Kristiyono, J., & Sari, R. P. (2023). Peningkatan Kompetensi Analisis Media Sosial Pada Aparatur Sipil Negara Lembaga Pemerintahan Indonesia. ABDIMASKU: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT, 6(3), 822-831.
Kristiyono, J., Sari, R. P., Arkansyah, M., & Murtadlo, A. (2024, October). Penguatan Identitas Kebangsaan di Era Digital: Integrasi Budaya Majapahit Melalui Digital Storytelling dan Literasi Media. In Prosiding Seminar Nasional Kusuma (Vol. 2, pp. 198-210).
Kristiyono, J., Islami, M. J., Sari, R. P., & Suprihatin, S. (2022). Visual Data Mining: Digital Visual Activities In Network Society. ETTISAL: Journal of Communication, 7(2), 161-173.
Lestari, P. (2018). Perspektif Komunikasi Bencana. In Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952. http://eprints.upnyk.ac.id/23779/1/Puji Lestari - Buku Komunikasi Bencana Aspek Penting.pdf
Panuju, R. (2002). Krisis Public Relations. Pustaka Pelajar.
Prastyawati, I. Y., Lusiani, E., Kristiyono, J., De Jesus, D. G., & Muda, M. A. F. D. B. (2025). Revitalisasi Kesehatan Berbasis Kemandirian Digital pada Kader Posyandu untuk Peningkatan Kualitas Kesehatan Daerah Pesisir Kepetingan, Sidoarjo. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 8(11), 5528-5541.
Putra, A., & Al., E. (2015). ‘Nurses ’ Role and Leadership in disaster management at the emergency response’. Idea Nursing Journal, 6(1), 25–31.
Rudianto. (2015). Komunikasi dalam Penanggulangan Bencana. JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study, 1(1), 51–61. http://ojs.uma.ac.id/index.php/simbolika/article/view/49/7
Sellnow, T., & Matthew, S. (2013). Theorizing Crisis Communication. Wiley-Blackwell.
Setiawan, T., Kurniawati, J., & Saputro, E. (2019). Komunikasi Krisis di Era Digital. INTELEKTIVA : Jurnal Ekonomi, Sosial & Humaniora.
Sutawijaya, A. (2004). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Tanah sebagai Dasar Penilaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) PBB di Kota Semarang. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 9(1), 65–78.
Undang-Undang Nomor 24. (2007). Undang-Undang Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ika Zulkafika Mahmudah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.









