PENGARUH GRUP WHATSAPP WALI SANTRI TERHADAP POLA KOMUNIKASI DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DI TPA AN-NOOR

Authors

  • Akhmad Mahfudz TPA AN-NOOR

Keywords:

WhatsApp, determinisme media, komunikasi pendidikan, wali santri, pengambilan keputusan

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh grup WhatsApp wali santri terhadap pola komunikasi, dinamika sosial, dan proses pengambilan keputusan di TPA An-Noor. Berdasarkan perspektif Determinisme Media Marshall McLuhan, penelitian menelaah bagaimana karakteristik medium (WhatsApp) membentuk cara penyampaian informasi, interaksi antar aktor, dan struktur kekuasaan dalam komunitas pendidikan nonformal. Data dikumpulkan melalui observasi isi lima grup WhatsApp (grup utama wali santri dan empat grup kelas: Alif, Ba, Jim, Dal), wawancara semi-struktural dengan dua wali santri, serta dokumentasi pesan sejak pembentukan grup pada 2018. Hasil menunjukkan WhatsApp meningkatkan kecepatan penyebaran informasi dan efisiensi koordinasi kegiatan (mis. outbound, wisuda), serta memperbesar ruang partisipasi wali. Namun demikian, medium ini juga menghasilkan efek samping: miskomunikasi akibat interpretasi teks, dominasi opini oleh anggota tertentu, dan pengurangan batas privasi komunikasi. Menggunakan kacamata McLuhan, WhatsApp bukan hanya menyampaikan pesan tetapi mengubah struktur interaksi sosial “the medium is the message”. Artikel ini merekomendasikan pembuatan pedoman komunikasi digital, penguatan fungsi administrasi grup, dan program literasi digital bagi wali untuk meminimalkan konflik dan menjaga efektivitas pengambilan keputusan.

References

Bouhnik, D., & Deshen, M. (2014). WhatsApp goes to school: Mobile instant messaging between teachers and students. Journal of Information Technology Education: Research, 13, 217–231.

Church, K., & de Oliveira, R. (2013). What’s up with WhatsApp? Comparing mobile instant messaging behaviors. Proceedings of the 15th International Conference on Human-Computer Interaction with Mobile Devices and Services, 352–361.

Epstein, J. L. (2011). School, family, and community partnerships: Preparing educators and improving schools (2nd ed.). Westview Press.

Ling, R. (2012). Taken for grantedness: The embedding of mobile communication into society. MIT Press.

Madge, C., Meek, J., Wellens, J., & Hooley, T. (2009). Facebook, social integration and informal learning at university. Learning, Media and Technology, 34(2), 141–155.

McLuhan, M. (1964). Understanding media: The extensions of man. McGraw-Hill.

Meyrowitz, J. (1985). No sense of place: The impact of electronic media on social behavior. Oxford University Press.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.

Rahmawati, S. (2020). Komunikasi digital dalam pendidikan nonformal: Studi kasus penggunaan aplikasi pesan instan. Jurnal Pendidikan Nonformal, 12(2), 55–62. (Jika jurnal ini tidak tersedia, harap ganti dengan rujukan lokal aktual.)

Robbins, S. P. (2013). Organizational behavior (15th ed.). Pearson.

Rakhmat, J. (2012). Psikologi komunikasi. Remaja Rosdakarya.

Downloads

Published

24-12-2025

How to Cite

Mahfudz, A. (2025). PENGARUH GRUP WHATSAPP WALI SANTRI TERHADAP POLA KOMUNIKASI DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DI TPA AN-NOOR. JINTACT: Journal of Interactive Communicaton, Public Relations and Broadcasting, 1(2), 120–129. Retrieved from https://ejournal.penailmuwan.id/index.php/jintact/article/view/15